MAKSIMALKAN POTENSIMU!!
Ibadah Pro M, 01 Mei 2010
Hotel Grande
Tragedi terbesar dalam kehidupan bukanlah kematian, melainkan kehidupan yang tidak pernah bisa mencapai potensi yang maksimum.
Statement yang luar biasa bukan? Apakah kita sudah memaksimalkan potensi yang Tuhan sudah berikan buat setiap kita? Apa malah kita tidak tahu potensi apa yang ada dalam diri kita?
Apakah potensi:
- Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya
- Kemampuan yang belum di expose, merupakan kekuatan tersembunyi, segala sesuatu yang seharusnya bisa kita kerjakan, tapi belum dikerjakan.
Ada sebuah ilustri menarik tentang potensi yang tidak pernah dimaksimalkan; bahkan tidak pernah diketahui. Kisah seekor burung rajawali yang hidup sebagai seekor ayam:
Suatu ketika seseorang menemukan telur burung rajawali dan ditaruh di kandang ayam. Bersama dengan telur-telur ayanm yang lain, telur rajawali inipun menetas dan tumbuh bersama diasuh si induk ayam. Selama hidupnya burung rajawali itu bertingkah laku seperti ayam, dan menganggap dirinya ayam peliharaan. Dia mengais tanah untuk mencari cacing dan serangga. Dia berkotek dan berkokok. Dia akan mengepak-ngepakkan sayapnya dan terbang beberapa meter di udara.
Tahun berlalu dan burung rajawali itu menjadi tua. Suatu hari dia melihat seekor burung yang sangat gagah terbang di angkasa yang tak berawan. Burung itu melayang dengan anggun dan berwibawa dalam hembusan angin yang kuat, dia hanya membentangkan sayapnya dan jarang sekali menggerakkan sayapnya itu.
Rajawali tua itu terpesona memandang ke atas. ” Siapakah itu?”, tanyanya.
”Itu adalah burung rajawali, raja dari segala burung,” kata ayam yang ada didekatnya. ” Dia penghuni langit dan kita penghuni bumi, kita adalah ayam.” Demikianlah rajawali itu hidup terus dan mati sebagai seekor ayam, karena begitulah anggapan tentang dirinya.
ALLAH SUDAH MEMBERIKAN (MENGARUNIAKAN) POTENSI KEPADA SETIAP KITA
Sesungguhnya setiap kita memiliki potensi yang luar biasa. Di dalam diri setiap orang percaya, Allah menanamkan benih ilahi. Tetapi sering kali potensi kita tidak maksimal karena intimidasi/ tipu daya iblis lewat gambar diri yang rusak, tidak percaya diri, fokus pada kegagalan, trauma masa lalu, dan lain lain yang mengaburkan bahkan "menyembunyikan" potensi kita, seperti tragedi burung rajawali tadi.
Yang perlu kita ketahui :
1. Kita dijadikan menurut gambar dan rupa Allah untuk berkuasa/ memerintah
Kej 1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.“
2. Kita berharga di mata Allah dan Dia mengasihi kita
Yes 43: 4a Karena engkau berharga dimataKu dan mulia; dan Aku ini mengasihi engkau
Seberharga apakah kita di mata Allah? Harga kita di mata Allah adalah seharga pengorbanan yang Yesus lakukan, Jika di dunia ini hanya ada satu orang berdosa, percayalah Tuhan Yesus tetap akan datang dan menebus dengan darahnya. Itulah harga kita di hadapan Allah.
3. Kita adalah ahli waris
Galatia 4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.
4. Kita akan diangkat jadi kepala
Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,
ALLAH MEMBERIKAN POTENSI BERBEDA-BEDA KEPADA SETIAP ORANG
Perumpamaan talenta (Matius 25:14-30)
Kita pasti sudah sering mendengar perumpamaan yang terkenal ini. Seorang yang hendak pergi ke suatu tempat memberikan kepada hamba-hambanya 5, 2 dan 1 talenta. Yang mendapat 5 talenta menghasilkan 5, yang mendapat 2 talenta menghasilkan 2 tetapi yang 1 talenta tidak menghasilkan apa-apa karena hanya dipendam.
Yang menarik pada ayat 15:
15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Artinya setiap orang diberikan talenta/ potensi yang berbeda-beda menurut kesanggupan orang tersebut. Allah tahu benar seberapa kemampuan kita, jadi tidak perlu iri karena seorang punya talenta lebih dari pada yang lain.
Apa yang dilakukan oleh si hamba yang jahat dan malas ini adalah menyembunyikannya di dalam tanah dan tidak menghasilkan apa-apa. Hamba ini tidak mau memaksimal potensi yang sudah diberikan kepadanya. Alasannya pada ayat 25:
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan. TAKUT GAGAL. Ketakutan, kekhawatiran, fokus pada kegagalan akhirnya mematikan potensi kita.
Yang sangat penting pada perumpamaan ini ialah ayat 29:
29 Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Dalam ayat 28 dikatakan talenta dari hamba yang malas ini diberikan kepada hamba yang menghasilkan 5 talenta. Ini artinya adalah bahwa ketika kia memaksimal kan talenta/ potensi maka Allah akan menambahkan lagi potensi untuk kita. Artinya ada MULTIPLIKASI. Ketika kita memaksimalkannya; percayalah ada penambahan, pelipatgandaan sampai berkelimpahan, tetapi ketika kita tidak memaksimalkannya, potensi itu akan diambil dari kita.
Jadi bagaimana memaksimalkan potensi kita?
TEMUKAN POTENSIMU
Alkitab mencatat tokoh-tokoh di dalamnya yang memiliki potensi luar biasa; menjadi pahlawan-pahlawan Iman setelah menemukan potensi mereka. Mereka menjadi orang-orang luar biasa dan di atas rata-rata ketika potensinya dimaksimalkan.
Musa
Pemimpin & nabi terbesar besar bangsa Israel. Dididik di lingkungan istana, tapi kemudian menjadi buron setelah membunuh orang Mesir untuk membela orang Israel. Dalam pelariannya, Musa menjadi gembala sampai dia mengalami perjumpaan (encounter) dengan Allah di gunung Horeb. Disitulah Allah mengutus Musa; menyadarkan Musa bahwa dia punya potensi yang luar bisa: Memimpin bangsa pilihan Tuhan: ISRAEL. Musa masih menyangsikan potensinya sampai harus diyakinkan berulang-ulang oleh Tuhan bahwa ia punya kecerdasan interpersonal (kecerdasan memimpin banyak orang) sekalipun agak gagap dan berat lidah. Tetapi ketika Musa menemukan potensinya dan memaksimalkannya; dia menjadi Nabi terbesar bangsa Israel. Musa membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir. Bayangkan jika Musa tidak menemukan dan memaksimalkan potensinya; seumur hidup dia hanya jadi seorang gembala domba.
Petrus
Seorang nelayan yang ternyata punya kecerdasan interpersonal dan linguistik-verbal (kecerdasan bahasa). Sekali Petrus berkhotbah ada 3,000 orang bertobat dan memberi diri dibaptis (Kisah 2:41). Seandainya Petrus tidak menemukman potensi, tidak menemukan panggilannya; ia selamanya akan hanya menjadi nelayan.
Gideon
Merasa gak PeDe karena dia merasa dari suku yang terkecil, dan yang termuda dari keluarganya tapi ketika dia menyadari potensi yang Allah berikan; dia menjadi orang yang luar biasa. Alkitab mencatat, dengan hanya 300 orang; Gideon menghancurkan tentara Midian.
FOKUS
* Fokus pada Kekuatan bukan Kelemahan
Build your future on your strengths, not your weaknesses
Budaya kita lebih fokus pada kelemahan bukan kekuatan. Ketika seorang anak punya talenta menggambar tapi nilai matematikanya 5, maka orangtuanya akan me-leskan dia matematika, bukan memaksimalkan potensi seni rupa si anak. Banyak pendidikan dan pelatihan lebih diarahkan kepada upaya untuk mengatasi atau mengurangi kelemahan seseorang.
Hal ini bukannya salah, melainkan kurang dapat mengeluarkan potensi atau kekuatan terbaik yang dimiliki seseorang. Jika kita lebih banyak berupaya untuk mengatasi kelemahan kita, akhirnya kita akan memiliki banyak kelemahan yang semakin menonjol. Seseorang dengan perspektif “melihat kelemahan” akan berbeda dengan perspektif “melihat kekuatan”.Dengan mengenali kekuatan, kita dapat memaksimalkan untuk mencapai sasaran dan cita-cita kita. Jangan fokus pada kelemahan-kelemahan kita, namun sebaliknya kita harus fokus pada kekuatan, yang harus kita kembangkan
* Fokus pada Tujuan, bukan rintangan/ halangan/ masalah
Simulasi papan
Berjalan di tengah papan selebar 30 cm tidak begitu menyulitkan kita. Kalau tidak percaya, cobalah letakkan papan tersebut di lantai lalu mulai berjalanlah. Sangat mudah bagi kita, bukan? Tapi coba taruhlah papan yang sama tersebut ke sebuah gedung pencakar langit di lantai 16, dan jadikan papan tersebut jembatan yang menghubungkan ke gedung lain. Ajaib! Papan yang sebelumnya terlihat mudah untuk dilewati sekarang jadi sangat sulit. Bahkan kita akan berpikir ribuan kali untuk berjalan di atas papan tersebut. Masalahnya, saat berada di atas, kita akan tergoda untuk melihat ke bawah dan itu hal yang sangat mengerikan. Bayangkan jika kita perpeleset dan jatuh dari lantai 16. Kita membayangkan, memikirkan, memfokuskan pandangan pada masalah, bukan tujuan.
Tetapi apa yang dikatakan oleh Paulus:
Fil 3:13b aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
3:13b the one thing I do, however, is to forget what is behind me and do my best to reach what is ahead. I run straight toward the goal in order to win the prize, which is God's call through Christ Jesus to the life above
* Fokus pada Tuhan
KONSISTEN DALAM PROSES
Tidak ada jalan pintas untuk menjadi sukses
Yusuf butuh 13 tahun penderitaan sebelum diangkat menjadi orang ke-2 di Mesir
Daniel dimasukkan ke lubang singa
Thomas Alva Edison melakukan 700 experimen yang gagal sebelum berhasil menemukan bola lampu pijaR.
Resep Col Sanders ditolak 1008 kali sebelum kemudian diterima dan kemudian menjadi Raksasa Fast Food: Kentucky Fried Chicken
Setia pada perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan perkara besar
Mantap sob, mungkin kamu butuh dokumentasi seperti acara wedding dan acara lainnya untuk wilayah Bandar Lampung dan sekitarnya, silahkan kunjungi blog kami, jangan lupa komentarnya ....
ReplyDelete