Tuesday, June 22, 2010

Mau Maju...? Buang rasa takut!

I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear.
Nelson Mandela

Rasa takut adalah suatu bentuk emosional yang ada dalam diri setiap manusia. Adalah suatu perasaan negatif yang timbul akibat teridentifikasinya sebuah stimulus (misalnya bahaya/ hal yang tidak diinginkan)
Siapapun dia, apapun pangkatnya, setiap orang memiliki rasa takutnya masing-masing. Rasa takut punya dimensi yang berbeda-beda dari mulai cemas, kuatir, takut, ketakutan. Masalahnya, perasaan yang paling wajar ini memiliki kemampuan merusak potensi alami yang dimiliki bagi semua orang. Pada dasarnya setiap dari kita memiliki kemampuan untuk mewujudkan hal-hal yang luar biasa.

Tuhan Yesus mengerti benar bahwa manusia cenderung diliputi rasa takut. Alkitab mencatat ada 365 kali kata “Jangan Takut”. Artinya setiap hari Tuhan ingin kita tidak takut. Yesus sendiri selalu menguatkan kita dengan mengawali perkataanNya dengan “Jangan Takut”

Matius 6:27
Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?


Kata “takut” dalam alkitab pertama kali muncul di Kejadian 3:10, setelah Adam berbuat dosa.
Kej 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.



Tokoh-tokoh iman dalam Alkitab pun tidak luput dari rasa takut:
Misalnya : Adam, Yakub, Daud, Petrus bahkan Tuhan Yesus sebagai sosok manusia pun mengalami ketakutan.
Luk 22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Jadi memiliki rasa takut bukan merupakan dosa. Semua mengalaminya. Tetapi jangan sampai rasa takut itu lalu menguasai kita. Karena Alkitab mengatakan di
II Timotius 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Apa yang menjadi ketakutan saudara saat-saat ini?
Masa depan, karir, jodoh, pelayanan?
Kondisi ekonomi dunia yang semakin memburuk?
Kondisi politik Indonesia?

Ingatlah bahwa orang paling mapan dan berani sekalipun tidak akan luput dari rasa takut, karena bukan kondisi dan situasi yang membuat kita menjadi berani, tetapi keputusan kita.

Mengapa timbul rasa takut?
Rasa takut bisa timbul dari faktor internal dan external:
Internal:
- Trauma masa lalu
- Tidak percaya diri
- Keamanan dan kenyamanan yang terancam
- Kurangnya kemampuan dan pengetahuan

External:
- Standar yang membelenggu kita untuk memenuhinya
- Kondisi, situasi dan pandangan yang negatif
- Mengalami masalah/ tekanan/ tantangan

Yang perlu kita mengerti:

- Takut itu sifatnya tidak nyata/ tidak real, masih merupakan bayang-bayang atau imajinatif. Rasa takut yang kita alami BELUM TENTU menjadi kenyataan. PIKIRAN kitalah yang terus menerus meyakinkan kita bahwa ketakutan tersebut itu adalah benar.

- Rasa takut ibarat bola salju, yang ketika berukuran kecil menjadi mainan, tetapi jika dibiarkan akan terus bergulung menjadi bola salju yang lebih besar lagi sehingga bisa menghancurkan apapun. Rasa takut ada di pikiran kita sehingga kita bisa dan harus mengalahkannya.

- Rasa takut bisa menghasilkan hal yang positif. Contohnya seorang karyawan yang takut dimarahi bossnya akan melakukan tugas sebaik mungkin. Karena takut dihukum oleh guru, murid-murid belajar dengan tertib. Tapi jangan terkecoh dengan hal tersebut. Orientasi pada proses bukan pada hasil.

Ada sebuah cerita seperti berikut. Seorang yang sangat kaya mengadakan pesta di rumahnya. Di kolam renangnya ada beberapa ekor buaya yang buas. Orang kaya itupun mengadakan sayembara, siapa yang berani berenang di kolam itu akan mendapat hadiah yang sangat besar. Tidak ada seorangpun yang berani, siapa yang mau menjadi santapan buaya buas yang lapar. Di tengah keheningan tiba-tiba “BYUR” seorang pemuda kurus kecil, masuk ke kolam dan berenang secepat-cepatnya. Semua orang bersorak-sorai, bertepuk tangan untuk pemuda itu. Setelah tiba diujung kolam dengan selamat, orang kaya ini memberikan selamat dan bertanya kepada pemuda itu.
“Anda hebat sekali. Bagaimana anda bisa seberani ini?”
Pemuda itu menjawab: “Saya tidak tahu Pak, tiba-tiba saja ada yang mendorong dari belakang” kata pemuda itu ketakutan.
Jadi bukan karena dia berani, tapi karena ada yang mendorong dia dari belakang sehingga mau tidak mau dia harus berenang secepatnya agar tidak dimakan buaya.


Bagaimana mengatasi rasa takut?

1. ACTION
Kita tidak akan mencapai sesuatu jika kita tidak mulai bertindak.
BERANI ADALAH TERUS MAJU MESKIPUN DI DALAM KETAKUTAN
Mazmur 23:4 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Even if I go through the deepest darkness, I will not be afraid, LORD, for You are with me.

2. BELIEVE
Percayakan hidup kita, karir, masa depan apapun ke dalam pimpinan Tuhan. merancangkan perkara-perkara yang besar dalam hidup kita. Jangan dikelabui oleh perkataan-perkataan yang melemahkan. Fear Not, Just Believe.
Mark 5:36 Jesus paid no attention to what they said, but told him, "Don't be afraid, only believe. (Today’s English Version)

3. CONFIDENT
Percaya diri, karena Allah menyertai kita dan memberikan kemampuan buat setiap kita.
Yesaya 41:10 Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

4. DO THE BEST

Ketika kita belum memberikan/ melakukan yang terbaik masih ada perasaan takut yang akan menghinggapi kita. Tetapi ketika kita sudah melakukan yang terbaik yang kita bisa, tinggal tunggu hasilnya.
Kolose 3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

No comments:

Post a Comment