Monday, March 9, 2015

HOME, where I'm accepted and grow in love



 HOME

Another summer day

Has come and gone away

In Paris and RomeBut

But I wanna go home Mmmmmmmm

Maybe surrounded by

A million people I

Still feel all alone

I just wanna go home

Oh I miss you, you know

Lagu HOME yang dinyanyikan Michael Buble ini bercerita tentang seseorang yang karena pekerjaannya harus banyak travelling ke mana-mana. Paris, Roma, pesawat, hotel bintang 5, restoran mahal, bertemu dengan banyak orang. Setiap orang mungkin akan mengatakan dia beruntung bisa bepergian ke banyak negara, kota besar, hotel mewah tetapi dia rindu pulang. Dia rindu ada di rumah

Ada begitu banyak lagu di dunia ini yang berjudul ada bertemakan HOME.
Ada 2 hal yang menjadi alasan:
1.      Karena mereka sangat mencintai rumah mereka
2.      Atau justru karena mereka tidak pernah merasakan indahnya di rumah

Ketika saya sering travelling karena pekerjaan, dari satu kota ke kota lain, dari hotel ke hotel yang lain, betapa rindunya saya dengan rumah saya. Rumah kecil yang penuh kehangatan. Suatu saat saya sedang di terminal 2 Soeta menunggu connecting flight saya - saat itu sekitar awal Juli, waktu liburan sekolah. Saya melihat begitu banyak orang tua dengan anak-anaknya bergandengan tangan, mendorong koper mereka sambil bercanda ria menuju pesawat yang membawa mereka berlibur, tanpa sadar saya menyanyikan lagu ini “I just wanna go home, I miss you, you know”. Saya rindu rumah dan keluarga kecil saya.
Semua orang ingin kembali ke rumah, ingin pulang, ingin berada di rumah.

Dalam bahasa Inggris kata RUMAH ada 2:
1.      HOUSE (Fisik, bangunan, gedung, nilai, harga, material): LAHIRIAH
2.      HOME (Person, emosi, relationship, kedekatan, suasana): BATINIAH


Jadi kalo boleh saya simpulkan bahwa semua orang mau punya HOUSE yang bagus, besar, indah, di lingkungan yang baik, TAPI semua orang lebih BUTUH punya HOME yang indah. Dimana ada kehangatan, ada komunikasi, ada kasih ketimbang sekedar bangunan fisik semata.
Sebuah rumah tanpa ada hubungan didalamnya, tanpa ada orang-orang di dalamnya hanyalah sebuah bangunan.

HOME = HOUSE + FAMILY
HOME without FAMILY is just a HOUSE
Lalu apakah FAMILY yang bagaimana yang menentukan HOUSE atau HOME itu:

F: FELLOWSHIP
Ada persekutuan yang indah di antara anggotanya

A: ACCEPTED
Kita diterima dengan keadaan apapun, tanpa dan penghakiman dan intimidasi. Anak bungsu pulang ke rumah Bapanya, disambut oleh bapanya, dipeluk, dan dibuatkan pesta. Kita selalu diterima di rumah kita.

M: MEANINGFUL
Setiap anggota keluarga berarti bagi anggota keluarga lainnya

I: INTIMATE
Intim, dekat satu sama lainnya. Ada hubungan yang erat dan special. Tidak ada keraguan, kecurigaan, atau prasangka.

L: LOVE
Ada cinta di dalamnya. Yang menjadi tali pengikat yang kuat untuk mempererat dan merekatkan. Kita saling menguatkan dan menolong.

Y: YESHUA
Dan yang terutama, Yesus, Dialah pusat dalam hidup kita, keluarga kita. Dialah rumah bagi kita semua. Dia yang menghidupkan dan memampukan.

Maz 127:1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya

Rumah yang dimaksud disini bukanlah hanya bangunan (house) tetapi lebih kepada siapa di dalam rumah tersebut (home).
Salomo dalam kemegahannya mampung membangun HOUSE terindah, termegah dan termahal, tapi tidak mampu membangun HOME. Makanya dia mengatkan sia-sia, jika bukan Tuhan yang membangun. Jika bukan Yesus yang menjadi dasar dan pusat hidup kita.
Membangun: bahasa Ibraninya Banah artinya juga memperbaiki, membangun kembali. Jadi HOME adalah tempat untuk membangun satu sama lain, memperbaiki, mengobati. Tempat dimana kita diterima, meskipun kita mungkin memberontak, atau tersesat atau sudah pergi jauh. Selalu ada sebuah tempat untuk kembali. Tempat untuk pulang. Tanpa ketakutan, tanpa penghakiman dan intimidasi, tanpa hukuman.

Yesus adalah rumah kita, He is our home. Yang menerima kita apa adanya kita, yang mengasihi kita sama besarnya ketika kita berdosa paling jahat sekalipun. Bahkan bukan hanya itu saja, Dia sudah mati untuk segala dosa kita, supaya kita diampuni, supaya kita diterima, supaya kita diberkati.

Haleluya, praise Jesus!

Sebuah puisi yang saya buat untuk ROYAL – GBI ROCK Villa Citra. Bukan hanya sebuah divisi untuk Dewasa Muda, tapi bisa menjadi rumah, menjadi HOME.

RUMAH
By Yusac.Willson.Hendra

Rumah adalah
Dimana ada hati terbuka menerimaku
Dimana ada telinga terbuka mendengarkanku
Dimana ada tangan terbuka merangkulku
Rumah adalah
Ketika suka dan duka dibingkai bersama
Ketika tawa dan airmata dikenang selamanya
Ketika selalu ada keluarga menerimaku apa adanya
Menyemangati, mendukung setulusnya

Rumah adalah
Ketika aku bersalah dan kau yang mengalah
Saat aku terluka dan kau lembut membalut
Meski aku berontak tapi kalian tetap memeluk

Rumah adalah
Ketika ku ingin pulang
Dan ada pintu yang selalu terbuka

No comments:

Post a Comment